Kitab Tauhid

Rp89,000.00

Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah terjemahan dari kitab tauhid 1, 2, dan 3 karya Dr. Shalih bin Fauzan yang sudah tidak asing lagi di dunia. Di dalamnya dijabarkan berbagai persoalan tauhid secara lengkap serta disampaikan dengan bahasa ringkas dan mudah dipahami. Sumbernya pun hanya diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta karya-karya ulama yang terpercaya. Terbitnya buku ini semoga dapat ikut andil dalam menjaga akidah yang benar umat Islam.

Deskripsi

Penulis : Dr. Shalih bin Fauzan
Penerbit : Ummul Qura

Harga : Rp. 89.000

DETAIL BUKU
Hard Cover
Ukuran : 15 × 23 cm
ISBN : 978-602-7637-01-6

Tebal : 462 halaman
Berat : 900 gram

Selama 13 tahun di Makkah, sesudah diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW mengajak manusia kepada tauhid dan penulusuran akidah, karena hal itu merupakan pondasi bangunan Islam. Oleh karena itu, tidak ragu lagi bahwa ilmu tauhid adalah ilmu yang harus dijaga baik dengan mempelajari maupun mengajarkannya serta mengamalkan konsekuensinnya. Hal itu agar amal seseorang menjadi amal yang saleh, diterima disisi Allah, dan bermanfaat bagi semesta alam. Terlebih aliran-aliran sesat telah tersebar di mana-mana dan siap memangsa siapa saja.

Akidah adalah tauqifiyah (berdasarkan wahyu semata). Ia tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil syar’i serta tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalamnya. Karena itulah sumber-sumbernya terbatas pada apa yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Sebab tidak ada seorangpun yang lebih mengetahui tentang Allah, tentang apa yang wajib bagi-Nya dan apa yang harus disucikan dari-Nya melainkan Allah sendiri. Dan tidak seorangpun sesudah Allah yang lebih mengetahui tentang Allah selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, manhaj salafus shalih dan para pengikutnya dalam mengambil akidah terbatas pada al-Qur’an dan as-Sunnah.

Mereka mengimani, meyakini, dan mengamalkan segala yang ditunjukkan oleh al-Qur’an dan as-Sunnah tentang hak Allah. Sementara apa yang tidak ditunjukkan oleh al-Qur’an dan as-Sunnah, mereka menolak dan menafikannnya dari Allah. Karena itu tidak ada pertentangan di antara mereka di dalam i’tiqad. Bahkan akidah mereka adalah satu dan jama’ah mereka juga satu. Sebab, Allah telah menjamin orang yang berpegang teguh dengan al-Qur’an dan as-Sunnah Rasulullah dengan kesatuan kata, kebenaran akidah, dan kesatuan manhaj. Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا  وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Surat Ali Imran: 103)

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”(Surat Thaha: 123)

Oleh sebab itu, mereka dinamakan firqah najiyah (golongan yang selamat). Sebab Rasulullah telah bersaksi bahwa merekalah yang selamat ketika mengabarkan bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan yang semuanya di Neraka, kecuali satu golongan. Ketika ditanya tentang yang satu golongan itu, beliau menjawab, “Mereka adalah orang yang berada di atas ajaran yang sama dengan ajaranku pada hari ini dan para sahabatku.” (HR. Ahmad)

Kebenaran sabda Nabi tersebut telah terbukti ketika sebagian manusia membangun akidahnya di atas landasan selain Kitab dan Sunnah, yaitu di atas landasan ilmu kalam dan kaidah-kaidah mantiq yang diwarisi dari filsafat Yunani. Maka, terjadilah penyimpangan dan perpecahan dalam akidah yang mengakibatkan bercerai-berainya umat dan retaknya masyarakat Islam.

Informasi tambahan

Berat0.9 kg
Dimensi23 x 15 cm

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah pemberi ulasan pertama;

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Cart